Topik Tinggal Sendiri

REGIONAL

Tinggal Sendiri, Bukan Berarti Sendirian: Peran Keluarga dalam Mendukung Kemandirian Penyandang Disabilitas

REGIONAL | Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:35

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:35

Medan – Tinggal seorang diri sering kali dipandang sebagai tanda bahwa seseorang tidak memiliki orang  lain yang mendampingi. Padahal, tinggal sendiri tidak selalu berarti benar-benar sendirian. Bagi penyandang disabilitas, dukungan keluarga dan lingkungan tetap dapat menjadi bagian penting dalam menjalani kehidupan sehari-hari, terutama ketika dukungan tersebut diberikan sesuai kebutuhan tanpa menghilangkan kemandirian.   Hal ini dapat dilihat dari kehidupan seorang penyandang disabilitas yang saya temuin,ia telah mengalami kondisi kesehatan mental sejak masa usia kanak – kanak. Kondisinya menjadi lebih berat setelah kedua orang tuanya meninggal dunia. Saat ini, ia tinggal seorang diri di dalam sebuah rumah yang ia tempati, sementara anggota keluarganya tinggal di rumah yang berbeda tetapi masih berada di sekitar tempat tinggalnya.   Meskipun tinggal sendiri, bukan berarti seluruh aktivitasnya harus dilakukan oleh keluarga. Berdasarkan hasil wawancara dengan keluarga, ia masih mampu melakukan berbagai kegiatan sehari-hari secara mandiri, seperti mandi, makan, tidur, membersihkan rumah, mencuci pakaian, serta melakukan pekerjaan sederhana ketika diminta. Ia juga masih dapat menyampaikan kepada keluarga apabila terjadi sesuatu.   Kemampuan tersebut penting untuk diperhatikan. Sebab, mandiri bukan berarti seseorang tidak membutuhkan dukungan sama sekali. Kemandirian justru dapat tetap berjalan ketika seseorang mendapatkan bantuan yang sesuai dengan kebutuhan dan tidak mengambil alih hal-hal yang masih mampu dilakukannya.   Dukungan Bukan Berarti Mengambil Alih   Dalam memberikan dukungan, keluarga perlu mengetahui batas kemampuan dan kebutuhan. Hal yang masih mampu dilakukan sendiri sebaiknya tidak langsung diambil alih oleh orang lain.   Misalnya, ketika ia masih mampu mandi, makan, membersihkan rumah, dan mencuci pakaian sendiri, keluarga tidak perlu melakukan semua kegiatan tersebut untuknya. Keluarga cukup memastikan bahwa ia dapat melakukannya dengan aman dan membantu apabila suatu saat mengalami kesulitan.   Namun, terdapat beberapa hal yang memang membutuhkan perhatian lebih. Salah satunya berkaitan dengan makanan. Karena terdapat makanan tertentu yang sulit dikunyah dengan baik, keluarga dapat membantu dengan menyiapkan makanan yang lebih mudah dikunyah, mengingatkan untuk makan dengan baik, serta memperhatikan apabila ia mengalami kesulitan ketika makan.   Dalam berkomunikasi, pengucapannya terkadang kurang jelas, tetapi pada umumnya masih dapat dipahami. Karena itu, dukungan sederhana yang dapat diberikan adalah mendengarkan dengan sabar. Jika ada ucapan yang kurang dipahami, keluarga dapat meminta penjelasan kembali tanpa menyalahkan atau mempermalukannya.   Karena ia tinggal sendiri, keluarga juga dapat melakukan kunjungan atau pengecekan secara berkala. Tidak harus selalu datang untuk melakukan pekerjaan rumah, tetapi dapat sekadar menanyakan keadaan, memastikan kebutuhan sehari-hari terpenuhi, dan melihat apakah ada hal yang sedang membutuhkan bantuan.   Dukungan lainnya adalah memastikan ia mengetahui siapa yang dapat dihubungi ketika membutuhkan pertolongan. Keluarga dapat memberikan nomor telepon anggota keluarga yang mudah dihubungi dan membuat kesepakatan mengenai siapa yang akan datang apabila terjadi keadaan yang membutuhkan bantuan.  …